Tidak terasa sudah hampir 6 tahun berlalu semenjak Sky Ferreira merilis album debutnya, “Night Time, My Time” (2013). Setelah penantian yang cukup panjang, maka kini sudah tiba saatnya sang bintang eklektis berusia 26 tahun ini untuk kembali dan melanjutkan era album keduanya, “Masochism”, yang akan dirilis tahun ini.

Ia baru saja meluncurkan sebuah single berjudul ‘Downhill Lullaby’, yang sebagaimana yang bisa kita harapkan dari seorang Sky Ferreira, adalah sebuah track atmosferik yang terasa gelap. Bahkan lebih gelap dan edgy dibandingkan karya-karya terdahulunya.

Sebuah balada yang terdengar menghantui, tidak hanya karena instrumentasinya, namun juga cara bernyanyi Sky yang mengawang-awang. Dan oh ya, lagunya tidak menganandung sampel ‘Bittersweet Symponhy’ milik The Verve sebagaimana yang diklaim oleh banyak orang.

Sky mengakui kalau lagu pertama “Masochism” ini memang disengaja tidak bergaya pop, karena ia ingin menuangkan konsep lagunya dalam bentuk audio visual alias video klip. Ia mengaku sangat menyukai hasil akhir video yang mengusung tema yang terinspirasi dari rasa takutnya akan danau. Tujuan Sky dengan videonya adalah untuk menangkap rasa tidak nyaman saat tergenang di airnya yang gelap dan keruh.

Terdengar agak menyeramkan sepertinya dan memang sesuai dengan nuansa lagunya. Sayangnya Sky belum merilis video untuk ‘Downhill Lullaby’, karena lagu masih dihadirkan dalam bentuk audio yang bisa didengar di bawah ini: